Proyek Gedung Serba Guna di Desa Bolo, Gresik: Anggaran Rp95 Juta untuk 1.000 m² Dinilai Janggal

lidikmedia
Img 20250811 Wa0407

 

Gresik | Lidikmedia.com – Proyek pembangunan Gedung Serba Guna di Desa Bolo, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, memicu tanda tanya besar di kalangan warga dan pemerhati anggaran. Pasalnya, papan informasi proyek mencantumkan anggaran sebesar Rp95 juta untuk pembangunan gedung dengan luas 1.000 meter persegi.

Berdasarkan Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) Kabupaten Gresik Tahun 2025, biaya pembangunan gedung sederhana umumnya berkisar Rp3,5 juta hingga Rp4 juta per meter persegi. Dengan standar tersebut, pembangunan gedung seluas 1.000 m² semestinya membutuhkan anggaran sekitar Rp3,5 miliar. Angka Rp95 juta dinilai sangat tidak masuk akal.

Warga setempat, Rahman, bahkan menyindir perbedaan angka tersebut. “Kalau Rp95 juta bisa bangun 1.000 meter, saya pesan tiga sekalian untuk rumah anak-anak saya. Murah meriah, serba guna, serba ngaco!” ujarnya sambil tertawa. Senin (11/8/2025)

Dalam praktik konstruksi, biaya Rp95 ribu per meter persegi hampir mustahil menghasilkan bangunan yang layak fungsi. Sebagai perbandingan, biaya pondasi batu kali saja bisa mencapai Rp500 ribu hingga Rp700 ribu per meter persegi.

Saat wartawan mencoba mengonfirmasi ke Balai Desa Bolo, Kasi Pelayanan mengaku tidak mengetahui detail teknis maupun rincian pembangunan tersebut. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana publik.

Ketua DPP LSM Gempar, Sulistiyanto, bersama sejumlah pemerhati anggaran, mendesak agar Inspektorat Kabupaten Gresik, BPK, dan aparat penegak hukum segera turun untuk melakukan audit teknis serta audit anggaran. “Dana BK Kabupaten adalah uang rakyat, penggunaannya wajib jelas dan terbuka. Jika terbukti ada rekayasa, ini bukan hanya soal etika, tapi juga masuk ranah hukum,” tegasnya.

(Sumber: Gempar/her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *