Tuban | Lidikmedia.com – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui melalui Dinas Pendidikan telah menggelontorkan dana anggaran yang begitu besar untuk peningkatan sarana dan prasarana pendidikan demi tercapai nya tujuan Pendidikan itu sendiri.
Namun sangat disayangkan jika pembangunan tersebut dikerjakan dengan menggunakan material pasir yang tidak sesuai RAB. Menurut informasi yang dihimpun oleh media ini dalam SDN Penidon 1 terdapat 5 titik proyek pembangunan. Namun di lokasi pembangunan hanya terdapat 1 papan informasi proyek.
Salah satunya pembangunan yang diduga menggunakan material tidak sesua RAB yaitu pembangunan ruang perpustakaan di SDN Penidon 1 Plumpang, kabupaten Tuban. Pembangunan tersebut dikerjakan oleh CV Mitra Sae Tata Bangun dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus ( DAK ) 2024 sebesar Rp.239.200.800,
Sebagaimana diketahui saat tim media mendatangi lokasi proyek pembangunan dan renovasi di SDN Penidon 1 Plumpang ditemukan 2 jenis pasir yang diduga dicampur sehingga kualitas dari hasil pencampuran pasir tersebut berkurang, dan yang pasti perbedaan harga dari kedua pasir ini berbeda.
Selain itu tidak menggunakan mesin pengaduk semen (molen) dalam pembangunan ini, dikhawatirkan tidak meratanya adukan semen dengan pasir saat pengecoran, hal ini juga menjadi catatan tersendiri agar dilakukan evaluasi bagi dinas terkait.
Menurut keterangan salah satu pekerja dilokasi pembangunan tersebut mengatakan bahwa pasirnya memang beda, serta pengadukan semen dan pasir tidak pakai mesin molen.

“Ya pasirnya beda mas ada 2 jenis, sedangkan untuk pengadukan semen dan pasir tidak pakai mesin molen, termasuk ngecornya kemarin juga tidak pakai.” Ucapnya kepada media. Sabtu (7/9/2024).
Salah satu pekerja lainnya ketika di konfirmasi juga mengatakan bahwa sebelumnya sudah di tegur oleh media namun masih tetap dipakai dioplos, dan ada 5 titik proyek.
“Kemarin pasir yang satunya sudah ditegur sama temen-temen media, akhirnya dibelikan pasir yang bagus, tapi pasir yang lama juga dioplos. Selain itu disini ada 5 titik proyek, namun disini mandornya ada 2 orang.” Katanya kepada media, Sabtu (7/9/2024).
Sementara itu Abdul Rakhmat Kepala Dinas Pendidikan Tuban ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp tidak merespon. (Red)












