Gresik | Lidikmedia.com – Aktivitas galian tanah yang berlangsung di Desa Melirang, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, menuai protes dari warga setempat. Warga mengeluhkan dampak negatif yang ditimbulkan, mulai dari kemacetan, kebisingan, hingga debu yang mengganggu kesehatan.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (11/07/2025), puluhan dump truk berukuran sedang terlihat keluar-masuk lokasi galian sejak pukul 07.00 WIB. Truk-truk tersebut mengantre untuk memuat material tanah, dan melintasi tiga desa, yaitu Desa Masangan, Sidorejo, dan Melirang.
Warga mengaku aktivitas tersebut sangat mengganggu kehidupan sehari-hari. Selain menimbulkan kebisingan dan polusi debu, aktivitas truk juga menyebabkan kemacetan di jalan desa yang sempit.
Menanggapi keluhan tersebut, LSM Front Peduli Suara Rakyat (FPSR) turun tangan untuk mendampingi masyarakat terdampak. Aktivis FPSR, Mas Aris Gunawan, menyatakan bahwa kegiatan galian ini tidak pernah disosialisasikan kepada warga sebelumnya.
“Aktivitas ini jelas mengganggu masyarakat. Sayangnya, warga tidak pernah diajak musyawarah atau diberikan informasi mengenai keberadaan proyek galian ini,” ujar Aris.

Ia menambahkan, pihaknya akan melaporkan persoalan ini kepada aparat berwenang di Kabupaten Gresik. Aris berharap pihak aparat dapat mendengarkan aspirasi masyarakat dan segera mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas yang dinilai merugikan warga.
Warga Desa Melirang dan sekitarnya kini menanti respons cepat dari pemerintah daerah. Mereka berharap ada solusi konkret yang dapat melindungi kepentingan serta hak-hak masyarakat. (Her)












