Tangis Haru Warga Bupati Mojokerto Groundbreaking Rekonstruksi Jembatan Talunbrak

lidikmedia
Img 20250416 Wa0267

 

 

Mojokerto | Lidikmedia.com – Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa meninjau lokasi usai lakukan peletakan batu pertama jembatan Talun Brak

Penantian panjang warga Desa Talun Blandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, akhirnya menemui titik terang.

Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa atau yang akrab disapa Gus Barra, secara resmi melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama rekonstruksi Jembatan Talun Brak. Rabu, (16/4/2025).

Jembatan yang selama ini menjadi penghalang aktivitas warga akibat rusak diterjang banjir luapan sungai itu, dijanjikan akan rampung pada 23 Oktober 2025 mendatang. Suasana haru mewarnai acara tersebut.

Gus Barra mengungkapkan bagaimana keluhan warga, bahkan hingga tetesan air mata, hingga menjadi pendorong utama percepatan proyek ini.

“Seperti yang panjenengan ketahui, saya tadi dicurhati oleh warga sampai nangis-nangis, apalagi kalau mengantar anak sekolah itu sampai sepinggang banjirnya atau luapan airnya,” ujarnya di hadapan awak media dan warga yang hadir.

Jembatan Talun Brak bukan hanya krusial bagi mobilitas warga Kabupaten Mojokerto, namun juga menjadi penghubung penting dengan Kabupaten Gresik.

Dengan lebar 6 meter dan panjang 66 meter, jembatan yang baru nanti diharapkan mampu menampung seluruh jenis kendaraan, memutus rantai kesulitan akses yang selama ini dirasakan.

“Alhamdulillah ini sudah bisa menjadi solusi untuk masyarakat, tidak hanya masyarakat Kabupaten Mojokerto tapi juga konektivitas ini juga dirasakan oleh masyarakat Kabupaten Gresik,” imbuh Gus Barra.

Rencananya, pelebaran jalan menuju jembatan juga akan dilakukan setelah konstruksi rampung, demi kelancaran arus lalu lintas.

Proyek rekonstruksi jembatan ini menelan anggaran sebesar Rp 13,5 miliar, yang bersumber dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Guna memastikan proyek berjalan sesuai rencana dan waktu yang ditetapkan, Pemerintah Kabupaten Mojokerto menggandeng Kejaksaan dan Kepolisian untuk melakukan pendampingan.

“Agar tepat waktu, kita juga bekerja sama dengan kejaksaan dan kepolisian untuk pendampingan agar kemudian pembangunan ini tepat waktu,” tegas Gus Barra.

Dengan dimulainya rekonstruksi Jembatan Talun Brak, secercah harapan terpancar di wajah warga. Mereka menantikan Oktober mendatang, saat jembatan impian mereka berdiri kokoh, mengakhiri penderitaan akibat banjir dan membuka lembaran baru konektivitas yang lebih baik.

Sementara itu, Kepala Desa Talun Blandong, Anton Suprapto, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah dan para stakeholder yang telah mendukung proses pembangunan jembatan.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada stakeholder yang telah membantu, utamanya tokoh masyarakat, camat, bupati, dan warga masyarakat Desa Talun Blandong yang setia mendukung sehingga proses perjalanan panjang jembatan itu bisa dilalui,” ujarnya.

Anton berharap pembangunan jembatan ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga Desa Talun Blandong.

“Mudah-mudahan dana tersebut bisa menjembatani Desa Talun Blandong sehingga tingkat perekonomian warga masyarakat Desa Talun Blandong menghubungkan akses ke Gresik bisa berjalan dengan lancar dan sukses,” pungkasnya. (Kus/Isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *