Mojokerto | Lidikmedia.com – Sedekah bumi di Desa Talunblandong, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, merupakan tradisi turun-temurun yang digelar sebagai wujud syukur atas hasil panen dan keberkahan alam. Acara ini diisi dengan berbagai kegiatan, seperti kirab hasil bumi, doa bersama, kenduri, serta pertunjukan seni tradisional wayang kulit.
Pada Jumat (08/08/2025), warga Desa Talunblandong membawa tumpeng (nasi berbentuk kerucut) dan hasil bumi lainnya dalam arak-arakan keliling desa menuju punden atau tempat sakral. Prosesi ini dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh tokoh adat atau sesepuh desa, sebagai bentuk permohonan keselamatan dan keberkahan.
Kepala Desa Talunblandong, Anton, menjelaskan bahwa sedekah bumi merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan melalui hasil panen dan alam yang melimpah.
“Tradisi ini juga menjadi upaya untuk melestarikan kearifan lokal dan budaya Jawa yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ujar Anton.
Ia menambahkan, sedekah bumi menjadi momen penting untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga, memperkuat rasa kebersamaan, serta menjaga kerukunan di desa.
Selain itu, sebagian masyarakat meyakini bahwa sedekah bumi berfungsi sebagai tolak bala, yakni menjauhkan desa dari musibah dan bencana. Tradisi ini, yang juga masih dilestarikan di sejumlah desa sekitar Kecamatan Dawarblandong, sarat akan makna dan nilai luhur yang dijaga dengan penuh kebanggaan oleh warga setempat.
(Kus/Isa)












