Kepala MTs N 2 Tuban Hadiri Seminar Super Teacher 5.0 PERGUNU Tuban Angkat Tema “Guru Super Efektif di Era 5.0 Berbasis Deep Learning”

lidikmedia
Img 20250707 Wa0044

 

Tuban | LidikMedia.com — Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Cabang Tuban bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban menggelar Seminar Pendidikan bertajuk “Guru Super Efektif di Era 5.0 Berbasis Deep Learning”, pada Sabtu, 5 Juli 2025. Kegiatan ini diselenggarakan di ruang rapat paripurna lantai 2 Gedung DPRD Kabupaten Tuban.

Acara ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tuban Hj. Umi Kulsum, S.Ag., M.Pd.I, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, perwakilan dari setiap kecamatan, serta para pimpinan organisasi pendidikan lainnya.

Istilah deep learning atau pembelajaran mendalam kini menjadi topik hangat dalam dunia pendidikan Indonesia, seiring dengan diterapkannya Kurikulum Merdeka yang menekankan pendekatan diferensiasi pembelajaran.

 

Img 20250707 Wa0046

 

Seminar ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kepala Kantor Kemenag Tuban Hj. Umi Kulsum, dan Dr. Syaifuddin Noer, M.Pd., LCPC., CBS., dosen PGSD dari Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sidoarjo.

Dalam sambutannya, Hj. Umi Kulsum menekankan pentingnya inovasi dalam proses pembelajaran bagi para guru madrasah. Ia mendorong para pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi guna menghadapi tantangan pendidikan di era digital saat ini.

Sementara itu, Dr. Syaifuddin Noer dalam pemaparannya menjelaskan bahwa deep learning bukanlah kurikulum baru, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada tiga elemen utama: mindful (kesadaran penuh dalam belajar), meaningful (materi yang bermakna dan relevan), dan durable (pengetahuan yang tahan lama dan aplikatif).

Mindful menekankan pentingnya kehadiran utuh siswa dalam proses belajar. Meaningful memastikan materi yang disampaikan memiliki keterkaitan dengan kehidupan nyata, dan durable bertujuan menghasilkan pengetahuan serta keterampilan yang bertahan lama dan bisa diterapkan dalam berbagai konteks,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Pak Asep menambahkan bahwa kolaborasi antara seluruh pemangku kepentingan pendidikan—mulai dari guru, kepala madrasah, pengawas, orang tua, hingga masyarakat—merupakan kunci terciptanya ekosistem pendidikan yang mendukung penerapan deep learning secara maksimal.

 

Img 20250707 Wa0041

 

Ia juga menegaskan bahwa tujuan utama pendekatan ini adalah membekali generasi muda Indonesia dengan keterampilan abad ke-21. “Bukan hanya sekadar menghafal fakta, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi,” tuturnya.

“Guru adalah ujung tombak implementasi kurikulum. Oleh karena itu, kepala madrasah dan para pengawas harus memberikan dukungan maksimal, baik melalui pelatihan maupun pendampingan secara berkelanjutan,” pungkasnya.

Smentara itu Kepala MTs Negeri 2 Tuban, Ali Maghfur, yang juga Sekretaris Jenderal PC PERGUNU Kabupaten Tuban, menyampaikan bahwa PERGUNU berkomitmen menjadi motor penggerak dalam mencetak guru-guru Nahdliyin yang unggul, berintegritas, dan adaptif terhadap perkembangan kurikulum abad 21. (Dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *