Insiden Berdarah di Panceng, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

lidikmedia
Img 20260228 Wa0153
Foto pelaku saat diamankan Polres Gresik

 

GRESIK | Lidikmedia – Satuan Reserse Kriminal Polres Gresik berhasil mengamankan terduga pelaku pembacokan terhadap dua pemuda asal Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Penangkapan dilakukan pada Jumat (27/2/2026) menyusul insiden berdarah yang terjadi saat kegiatan patroli sahur.

Dalam peristiwa tersebut, seorang pria berinisial S alias Dien, warga Desa Banyutengah, diduga mengacungkan senjata tajam jenis pedang dan menyerang dua pemuda dari Desa Campurejo.

Akibat serangan itu, M. Ruhul Madani (25) mengalami luka gores, sedangkan Agung Wahyu Pratama (24) menderita luka robek parah di bagian perut hingga menyebabkan ususnya terburai. Korban dalam kondisi kritis dan segera dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis intensif.

 

Img 20260228 Wa0151
Foto rumah yang dibakar

 

Insiden tersebut memicu reaksi keras dari warga Desa Campurejo. Pada Jumat malam, sekelompok massa mendatangi Desa Banyutengah untuk mencari keberadaan pelaku. Karena tidak ditemukan, pencarian berlanjut ke Desa Tlogosadang, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, wilayah perbatasan Gresik–Lamongan yang diduga menjadi lokasi persembunyian.

Namun pelaku tetap tidak berhasil ditemukan. Massa yang tersulut emosi kemudian melampiaskan amarah dengan membakar sebuah rumah yang diduga milik pelaku di kawasan tersebut.

Di sisi lain, aparat Satreskrim Polres Gresik bergerak cepat melakukan pengejaran. Berdasarkan informasi dari masyarakat, terduga pelaku akhirnya berhasil diamankan di wilayah Paciran, Lamongan, pada Jumat (27/2/2026) sekitar pukul 23.40 WIB.

Kasat Reskrim Polres Gresik, AKP Arya Widjaya, menjelaskan bahwa pelaku diamankan oleh tim Resmob dengan pendampingan keluarga, lalu langsung dibawa ke Mapolres Gresik untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Sekitar pukul 23.40 WIB, anggota Resmob menerima informasi bahwa pelaku berada di sekitar Kecamatan Paciran. Yang bersangkutan kemudian diamankan dengan didampingi keluarga dan langsung dibawa ke Polres Gresik untuk proses pemeriksaan,” ujarnya pada Sabtu (28/2/2026) dini hari.

Saat ini kepolisian masih mendalami motif penggunaan senjata tajam dalam bentrokan saat patroli sahur tersebut. Aparat juga terus melakukan penjagaan guna mengantisipasi potensi aksi susulan. Situasi di kedua desa dilaporkan mulai berangsur kondusif di bawah pengawasan ketat pihak kepolisian. (H. Alex)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *