Sosialisasi Pemahaman Resiko Pernikahan Dini Dan Tentang Bahaya Narkoba

lidikmedia
Img 20241229 Wa0110

 

Gresik | Lidikmedia.com – Sosialisasi kegiatan rutin setiap tahun yang di selenggarakan Desa Iker-iker Geger Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik yang di hadiri oleh Kepala Desa Kristono, Kepala KUA Cerme, NDANRAMIL Cerme, KAPOLSEK Cerme, Perangakat Desa, tokoh masyarakat dan karang taruna sabtu, (28/12/2024).

Dalam sambutan tersebut Kepala Desa Iker-iker Kristiono menyampaikan sosialisasi ini adalah kegiatan rutin setiap tahunnya.

Dan berpesan “mudah mudahan tentang masalah bahayanya narkoba tidak terjadi di desa iker-iker ini” ungkapnya.

Di lanjutkan dengan materi yang di sampaikan Kapolsek Cerme, Andik berpesan “Untuk kegiatan-kegiatan ppt dan kegiatan keagamaan, untuk meminimalisir adik-adik kita, remaja-remaja kita biar dewasanya tau mana itu dosa, mana itu baik mana itu buruk” ujarnya.

Dalam hal ini perlu menanamkan 3 hal kepada remaja
1. Melakukan pendidikan dan ketakwaan keagamaan, sesuai programnya Pak Mudik dan Bu Iswati.

“Mungkin dari programnya Pak Mudik dan Bu Iswati di setiap RT atau RW minimal satu minggu sekali dilakukan pembinaan keagamaan, spritual sehingga bisa meminimalisir kegiatan-kegiatan yang bersifat negatif, baik narkoba, kriminalitas maupun yang lainnya” ujar Andik.

2. Mengisi waktu dengan kegiatan positif, Yakni diadakannya rutinitas untuk remaja-remaja kita. Kegiatan rutin seperti halnya yasinan, tahlilan, healing bareng rekreasi, untuk menghilangkan rasa setres.

3. Memilih pergaulan yang benar. Kita harus tau dan perlu mengawasi siapa saja teman-temannya, bagaimana pergaulan anak-anak kita ini apakah sudah benar.

“Karena pergaulan bebas inilah awal kehancuran masa depan anak-anak kita Jika sudah pergaulan bebas melakukan aktivitas merokok, miras, narkoba kemudian kriminalitas, pesta sexsual, bisa menimbulkan pernikahan dini.” Ujarnya

Kemudian berakibat, orang tua meminta dispensasi kepada kepala desa, KUA, Camat. Karena malu terhadap perbuatan anak hamil diluar nikah.

Janin yang belun siap di usia dini, dapat berakibat kelahiran anak stunting. “Makanya ada program Pencegahan stunting pernikahan dini.” Ungkapnya.

Persiapkan generasi muda dengan matang, salah satunya jangan sampai terkena Narkoba, Minuman keras, dan pergaulan bebas. Pacu dan latih semangat anak muda dengan mererapkan gaya hidup sehat.

Kemudian sesi terakir kapolsek cerme Andik menegaskan untuk berani tolak ketika ada iming-iming yang awal mulanya menawari rokok. Karena awal masuknya narkotika jenis sabu dari merokok.

“Semua itu kita bisa hindari ketika kembali kepada sirtual, iman dan taqwa kita. Selalu bersyukur dengan kondisi saat ini insyaallah kuat untuk mengatasi semakin taun ini semakin persaingan sungguh luar biasa, untuk itu beberapa sedikit wawasan yang saya sampaikan kepada undangan yang saat ini bersedia hadir”,ujarnya

Acara sosialisasi tersebut di akhiri dengan keputusan bersama, dan kemudian di tutup dengan do’a bersama. (Isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *