Pembangunan TPT Desa Pucangarum Diduga Ada Pengurangan Besi, Pengawasan Dinas Patut Dipertanyakan

lidikmedia
Img 20241223 Wa0016

 

 

Bojonegoro | Lidikmedia.com – Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) Jalan Kedungprimpen – Kedungrejo Desa Pucangarum, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, pengawasan dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Penataan Ruang dipertanyakan.

Proyek tersebut diduga ada pengurangan besi, selain itu dilokasi tidak terlihat papan informasi proyek sehingga masyarakat tidak tau, siapa CV yang mengerjakan dan anggarannya berapa. (21/11/24)

Menurut informasi yang dihimpun, pembangunan ini sebelumnya juga telah di beritakan oleh beberapa media bahwa pembangunan tersebut juga ada dugaan pengurangan dalam pembesian.

Dikutip dari LPSE Bojonegoro pembangunan tersebut dikerjakan oleh CV. FAWWAZZ dengan anggaran sekitar Rp. 197 Juta.

Retno Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa akan diserahkan ke Bidang yang menangani.

“Sampun saya serahkan surat panjengan ke bidang yang menangani pak. Nanti akan di hubungi kalau mau ke kantor, monggo bisa menghubungi Pak Radit.” Ujar nya. Selasa (3/12/24).

Sementara itu Radit selaku Kabid Jalan Bina Marga ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa Konsultan Pengawas juga ikut bertanggung jawab, dan menekankan jika ada rekanan yang tidak bisa dikasih tau langsung saja lapor ke Dinas.

“Kami menggunakan pengawas kan fungsinya untuk membantu kami, karena bagaimanapun kami tidak bisa mengawasi setiap hari dilapangan. Sebagian kewenangan kan sudah kami sampaikan ke konsultan pengawas, jadi apapun yang terjadi dilapangan konsultan pengawas ikut bertanggung jawab.” Ujarnya. Rabu (11/12/2024).

“Kemarin saya dapat dari informasi Bu Kadis dan itu langsung saya sampaikan ke teman-teman untuk monitoring dan di cek lagi. Jadi kami minta untuk lebih di cek lagi kalau memang ada jumlah besi yang tidak sesuai ya harus disesuaikan dulu. Beberapa kali kita sampaikan ke pengawas kalau ada rekanan yang tidak bisa dikasih tau sampaikan saja ke kita. Jadi ketika tidak ada informasi apapun dari teman-teman monitoring, kita menganggapnya ya baik-baik saja.” Pungkasnya.

Mbah Jat selaku aktivis mempertanyakan pengawasan Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro yang seolah sudah pasrah dengan pihak konsultan pengawas.

“Kalau menurut saya pengawasan pihak Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang perlu dipertanyakan, karena terkesan hanya percaya pada konsultan pengawas saja tidak sampai mengecek di lapangan secara teliti.”ucapnya.

Hingga berita ini di terbitkan Radit dikonfirmasi melalui WhatsApp untuk menanyakan apakah pihak rekanan dan konsultan pengawas sudah di panggil, namun belum merespon. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *