Pembangunan Rabat Beton di Dusun Betro Barat Disorot Warga, Tak Gunakan Wiremesh Meski Anggaran 539 Juta

lidikmedia
Img 20251228 Wa0004

 

Mojokerto | Lidikmedia.com — Pembangunan rabat beton Jalan Diponegoro di Dusun Betro Barat, Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, menuai sorotan warga. Proyek infrastruktur yang dibiayai dari Dana Bantuan Keuangan Kabupaten Mojokerto tersebut dipertanyakan kualitasnya lantaran diduga tidak menggunakan penulangan besi wiremesh, yang lazim digunakan untuk memperkuat konstruksi beton jalan.

Sejumlah warga mengaku khawatir jalan rabat beton tersebut akan mudah retak dan tidak bertahan lama. Pasalnya, tanpa penulangan besi wiremesh, struktur beton dinilai rentan terhadap beban kendaraan dan perubahan cuaca, terutama pada jalan yang digunakan untuk aktivitas harian masyarakat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp.539.000.000,- dengan volume pekerjaan sepanjang 531 meter, lebar 5,5 meter, dan ketebalan 0,15 meter. Dengan nilai anggaran yang cukup besar, masyarakat menilai seharusnya kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama agar hasil pembangunan benar-benar bermanfaat dalam jangka panjang.

 

Img 20251228 Wa0005

 

Kritik warga semakin menguat setelah pernyataan dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Betro, Machrus, yang mengakui bahwa proyek rabat beton tersebut memang tidak menggunakan wiremesh.

“Memang benar, Pak, di desa kita tidak memakai wiremesh,” ujar Machrus saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Senin (22/12/2025).

Pengakuan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait perencanaan teknis proyek yang secara umum menggunakan besi wiremesh dalam penulangan konstruksi rabat beton.

“Apakah pelaksanaan pembangunan telah sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan spesifikasi teknis yang seharusnya menjadi acuan? Penggunaan besi wiremesh umumnya direkomendasikan dalam pembangunan rabat beton untuk meningkatkan daya tahan dan mencegah keretakan dini.” Ucapnya.

Sejumlah warga berharap pemerintah desa dan instansi terkait memberikan penjelasan secara terbuka terkait spesifikasi proyek tersebut. Mereka juga meminta agar dilakukan pengawasan serta audit teknis guna memastikan penggunaan anggaran negara tidak mengabaikan kualitas. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *