Ormas Madas Balongpanggang Salurkan Bantuan untuk Santriwati Korban Ambruknya Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo

lidikmedia
Img 20251005 Wa0219

 

Gresik, Lidikmedia.com – Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Madas Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Balongpanggang, Mat Yasin, menyalurkan bantuan tunai kepada para santriwati korban tragedi ambruknya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Minggu (5/10/2025).

Bantuan berupa uang tunai senilai Rp3 juta hingga Rp5 juta diberikan kepada sekitar 30 santriwati yang terdampak musibah tersebut. Penyaluran bantuan dilakukan langsung di lokasi pondok pesantren sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas sosial.

“Ini adalah wujud empati kami terhadap musibah yang menimpa para santri di Buduran. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan beban keluarga korban dan memberikan semangat bagi mereka untuk bangkit,” ujar Mat Yasin di sela kegiatan penyaluran bantuan.

Kegiatan sosial tersebut turut didampingi oleh Ketua DPAC Ormas Madas Gresik. Menurutnya, langkah ini bukan hanya sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk dukungan moral agar masyarakat tetap peduli terhadap sesama yang tertimpa musibah.

 

Img 20251005 Wa0220

 

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur per Minggu (5/10/2025) pukul 07.00 WIB, total korban akibat ambruknya bangunan Ponpes Al Khoziny mencapai 140 orang, dengan rincian sebagai berikut:

Pasien rawat inap: 8 orang

Pasien sudah pulang: 95 orang

Korban pulang tanpa perawatan: 1 orang

Meninggal dunia: 36 orang

Dari total korban meninggal, 8 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing. Penanganan jenazah dilakukan di RSUD dr. R. T. Notopuro Sidoarjo, RSI Siti Hajar, dan RS Bhayangkara Polda Jatim.

Sementara 28 jenazah lainnya serta 1 bagian tubuh (body part) masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI RS Bhayangkara Polda Jatim.

Korban yang sudah teridentifikasi antara lain Mochammad Mashudulhaq (14) asal Surabaya, Muhammad Soleh (22) asal Belitung, dan Maulana Alfan Ibrahimavic (13) asal Surabaya, serta beberapa santri remaja lainnya.

Hingga kini, proses identifikasi korban terus dilakukan secara intensif agar seluruh jenazah dapat segera diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan dengan layak.

(Kus/Isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *