Ragam  

Meriah! Festival Karnaval Desa Betiting Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Penggerak UMKM

lidikmedia
Img 20261025 Wa0167

 

Gresik | Lidik Media – Tradisi tahunan Tasyakuran Sedekah Bumi Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, berlangsung meriah melalui Festival Karnaval Budaya yang diikuti antusiasme masyarakat, Minggu (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud rasa syukur sekaligus upaya melestarikan tradisi leluhur dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa.

Festival karnaval tersebut menjadi salah satu rangkaian utama perayaan Sedekah Bumi yang rutin dilaksanakan sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah SWT atas limpahan rezeki, keselamatan, serta keberkahan yang dirasakan masyarakat.

Kegiatan dimulai dari Lapangan Desa Betiting dan berakhir kembali di lokasi yang sama. Pemberangkatan peserta dilakukan langsung oleh Kepala Desa Betiting, Musholi, didampingi Camat Cerme, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Karang Taruna, serta jajaran perangkat desa.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Betiting, Musholi, menyampaikan bahwa Sedekah Bumi bukan sekadar kegiatan hiburan, melainkan tradisi yang mengandung nilai kebersamaan, rasa syukur, dan semangat gotong royong masyarakat.

“Sedekah Bumi ini merupakan tradisi leluhur yang harus terus kita jaga dan lestarikan. Ini bukan hanya soal pesta, tetapi juga tentang rasa syukur, kebersamaan, dan gotong royong warga Betiting. Alhamdulillah, tahun ini Festival Karnaval berlangsung sangat meriah,” ujarnya.

Festival Carnival dalam Tasyakuran Sedekah Bumi Desa Betiting menampilkan berbagai kreasi budaya yang menakjubkan:

1. Gunungan Hasil Bumi – Arak-arakan gunungan tumpeng raksasa dan hasil bumi (padi, palawija, buah-buahan) sebagai simbol kemakmuran.
2. Pawai Budaya & Kostum Karnaval – Diikuti oleh RT/RW se-Desa Betiting dengan tema kostum adat Nusantara, putri cantik, prajurit, hingga kostum lainnya.
3. Sound Horeg & Karnaval Modern – Hiburan untuk generasi muda.

Sepanjang rute karnaval, warga Desa Betiting dan masyarakat dari desa sekitar tampak antusias menyaksikan jalannya kegiatan. Keramaian tersebut turut menghidupkan suasana desa sekaligus memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati hiburan bersama keluarga.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Festival Karnaval Sedekah Bumi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah pedagang dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memanfaatkan keramaian pengunjung untuk menjajakan berbagai produk dan makanan.

Kepala Desa Betiting, Musholi, mengatakan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut juga diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga setempat.

“Tujuan kami menggelar Festival Karnaval ini juga untuk menggerakkan ekonomi warga. Alhamdulillah, para pelaku UMKM mendapatkan kesempatan untuk berjualan, masyarakat terhibur, dan budaya desa tetap lestari,” tambahnya.

Setelah rangkaian Festival Karnaval, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama dan tasyakuran di Balai Desa Betiting. Doa dipanjatkan agar masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, dijauhkan dari bencana, memperoleh hasil panen yang baik, serta hidup dalam suasana aman, rukun, dan sejahtera.

Melalui kegiatan Sedekah Bumi ini, Pemerintah Desa Betiting berharap tradisi dan nilai-nilai budaya Jawa dapat terus diwariskan kepada generasi muda. Selain itu, semangat kebersamaan dan gotong royong diharapkan tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakalok, serta menjaga warisan budaya leluhur, dan mengembangkan potensi ekonomi lokal. (Isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *