Kapal KM Barcelona V Terbakar di Perairan Sulut, 4 Tewas Termasuk Ibu Hamil

lidikmedia
Screenshot 20250720 222948

 

Sulawesi Utara | Lidikmedia.com –Kapal penumpang KM Gregorius Barcelona V dilaporkan terbakar saat berlayar dari Melonguane, Kepulauan Talaud, menuju Pelabuhan Manado, Sulawesi Utara, pada Minggu (20/7/2025) siang. Peristiwa terjadi di perairan sekitar Pulau Talise, Kecamatan Likupang, Minahasa Utara.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WITA dan memicu kepanikan di antara penumpang. Banyak dari mereka yang melompat ke laut untuk menyelamatkan diri saat asap tebal menyelimuti dek atas kapal.

“Saya dengar teriakan ‘kebakaran!’ dari belakang. Dalam hitungan menit asap memenuhi kapal. Kami semua panik dan langsung lompat ke laut pakai pelampung seadanya,” ujar Alwina Inang, salah satu penumpang yang selamat.

 

284 Orang Dievakuasi, 4 Dinyatakan Tewas

Tim SAR gabungan dari Basarnas Manado, TNI AL, KSOP, Bakamla, dan nelayan lokal langsung diterjunkan untuk mengevakuasi penumpang. Total 284 orang, termasuk awak kapal, berhasil diselamatkan dalam operasi evakuasi yang melibatkan beberapa kapal bantuan, seperti KM Barcelona III, KN Bima Sena, KM Cantika 9F, dan KM Venecian.

Namun, empat korban jiwa dilaporkan meninggal dunia, termasuk seorang ibu hamil dan seorang anak. Jenazah korban berhasil dievakuasi dan dibawa ke Pelabuhan Manado untuk proses identifikasi dan visum.

 

Penumpang Dievakuasi ke Pulau Terdekat

Proses penyelamatan berlangsung dramatis. Banyak korban selamat sempat terapung di laut sebelum ditolong kapal nelayan dan tim SAR. Sebagian penumpang sempat dibawa ke Pulau Gangga, sebelum akhirnya dievakuasi lebih lanjut ke daratan utama.

“Evakuasi berlangsung cukup cepat, berkat koordinasi dengan nelayan dan kapal sekitar. Tapi kami masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban tertinggal,” ujar Kepala Basarnas Manado, Abdi Faizal.

 

Dugaan Api dari Kamar Penumpang

Penyebab kebakaran hingga kini belum dipastikan. Namun menurut informasi awal, api diduga berasal dari kamar nomor 33 di bagian buritan kapal. Tim investigasi dari Kementerian Perhubungan, Polairud, dan Basarnas masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian.

“Semua kemungkinan kami dalami, termasuk kelalaian teknis dan pelanggaran prosedur keselamatan. Hasil investigasi awal akan kami sampaikan setelah data lengkap terkumpul,” kata Dirjen Perhubungan Laut, Capt. Hadi Pramono.

 

Evaluasi Sistem Keselamatan Transportasi Laut

Kementerian Perhubungan menegaskan akan mengevaluasi ulang standar keselamatan transportasi laut, terutama bagi kapal penumpang antarpulau. Insiden ini disebut sebagai peringatan serius bagi operator jasa pelayaran untuk tidak mengabaikan prosedur keselamatan.

Gubernur Sulawesi Utara menyampaikan belasungkawa atas korban jiwa, dan meminta seluruh instansi terkait memberi perhatian khusus kepada keluarga korban dan penumpang yang selamat. (Af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *