Inovasi Desa Trojalu, Budidaya Maggot Jadi Solusi Limbah dan Sumber Ekonomi Warga

lidikmedia
Img 20260116 Wa0223(2)

 

Bojonegoro | LidikMedia.com – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jalu Makmur Desa Trojalu, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu unit usaha unggulan yang dikembangkan adalah budidaya maggot berbasis pengolahan limbah organik masyarakat.

Program budidaya maggot ini memanfaatkan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi inovatif pengelolaan sampah organik rumah tangga. Limbah dapur yang sebelumnya tidak termanfaatkan kini diolah menjadi media tumbuh maggot, sehingga mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi tinggi.

Kepala Desa Trojalu, Ikhwan Fauji, S.Pd., menyampaikan bahwa pengembangan budidaya maggot merupakan langkah strategis desa dalam menjawab tantangan lingkungan dan ekonomi secara bersamaan.

“Melalui BUMDes Jalu Makmur, kami ingin menciptakan usaha yang tidak hanya menghasilkan pendapatan desa, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Budidaya maggot ini menjadi solusi pengelolaan limbah yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Ikhwan Fauji.

 

Img 20260116 Wa0224

 

Namun demikian, Fauji mengakui bahwa dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala, terutama pada tingkat keberhasilan budidaya maggot dan telur yang masih cukup tinggi angka kematiannya. Hal ini menyebabkan produksi maggot belum berjalan secara maksimal sejak awal hingga saat ini.

“Kami berharap pada tahun 2026 mendatang permasalahan ini dapat teratasi. Target kami, setidaknya 50 warga, khususnya di Dusun Juwet, dapat terlibat aktif dengan memanfaatkan sisa makanan atau limbah dapur sebagai pakan maggot,” jelasnya.

Lebih lanjut, Fauji menuturkan bahwa ke depan BUMDes Jalu Makmur diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Desa (PAD). Terlebih, di tengah kebijakan pemerintah pusat yang menyebabkan Dana Desa mengalami pengurangan hampir 70%, PAD menjadi salah satu penopang utama pembangunan Desa Trojalu.

Selain berfungsi sebagai pengurai limbah organik, maggot hasil budidaya memiliki kandungan protein tinggi yang sangat bermanfaat sebagai pakan alternatif ramah lingkungan untuk ikan, ayam, dan unggas lainnya. Hal ini membuka peluang pasar yang luas, sekaligus membantu menekan biaya pakan bagi para peternak lokal.

Keberadaan unit usaha budidaya maggot ini juga memberikan dampak positif terhadap pemberdayaan masyarakat desa, mulai dari keterlibatan warga dalam pengelolaan limbah, peningkatan keterampilan, hingga bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai konsep ekonomi sirkular.

Dengan inovasi budidaya maggot dan pengolahan limbah organik tersebut, BUMDes Jalu Makmur Desa Trojalu diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan usaha desa yang produktif, berwawasan lingkungan, serta berorientasi pada kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Dan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *