Lamongan | Lidikmedia.com – Kisah Supriyono (49), warga Desa Gedangan, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan, menjadi inspirasi bagi banyak pelaku usaha kecil. Dengan semangat pantang menyerah dan kerja keras, ia berhasil bangkit dari keterpurukan usai musibah kebakaran yang melanda usahanya pada tahun 2024. Kini, UD Putra Jaya Mebel yang ia dirikan bersiap kembali berdiri lebih kuat pada akhir tahun 2025.
Usaha UD Putra Jaya, yang bergerak di bidang pembuatan mebel berbahan kayu jati seperti kursi, meja, lemari, pintu, podium, hingga dipan, awalnya berdiri pada tahun 2020 di Desa Gendong Kulon, Kecamatan Babat, Lamongan. Bermodal pas-pasan, Supriyono memasarkan hasil karyanya secara door to door ke tetangga dan warga sekitar, bahkan berkeliling ke desa-desa lain untuk memperkenalkan produknya.
Perjuangan itu tidak mudah. Selama setahun ia berjuang tanpa hasil besar, hingga akhirnya berani menawarkan produknya kepada sejumlah perangkat desa di wilayah Babat, Sekaran, Maduran, dan Laren. Berkat kegigihan dan keuletannya, pesanan mulai berdatangan dari meja kantor hingga lemari jati.
“Kami selalu mengutamakan kualitas, mulai dari bahan kayu hingga hasil pengerjaan. Motto kami jelas, Kepuasan pelanggan adalah senyum kami. Karena itu, kami tidak ingin mengecewakan pembeli,” ungkap Supriyono.
Sebelum menekuni usaha mebel, Supriyono sempat merantau ke Malaysia dan menjadi pengusaha aksesoris kerajinan pada tahun 1995–2002. Namun, musibah kebakaran besar di tahun 2002 membuat usahanya bangkrut. Ia bahkan terlilit utang perbankan dan terpaksa kembali ke Indonesia menjadi sopir Grab.
Sayangnya, penghasilan sebagai sopir tidak mencukupi untuk menutup utang. Supriyono pun kembali ke Malaysia dan bekerja sebagai pengantar travel TKI, hingga sedikit demi sedikit bisa melunasi tanggungannya.
Cobaan kembali datang ketika UD Putra Jaya mengalami kebakaran hebat pada 10 Oktober 2024. Hampir seluruh aset dan bahan baku mebel hangus dilalap api. Namun, tekadnya tidak padam. Ia berkomitmen membangun kembali usahanya dari nol.
“Kebakaran itu memang berat, tapi saya yakin dengan kerja keras dan izin Allah, semua bisa kembali berdiri,” tuturnya optimis.
Kini, UD Putra Jaya Mebel tengah bersiap membuka bengkel dan showroom baru di Jalan Pendidikan, Dusun Awar-awan, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Diharapkan, pada akhir tahun 2025, usaha tersebut bisa kembali beroperasi penuh dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
“Kami ingin UD Putra Jaya bukan hanya bangkit untuk keluarga kami, tapi juga bisa membuka lapangan kerja baru dan berkontribusi bagi ekonomi lokal,” tambahnya.
Dengan pengalaman, ketekunan, dan semangat pantang menyerah, perjalanan Supriyono menjadi bukti bahwa kerja keras dan keyakinan mampu mengubah keterpurukan menjadi keberhasilan.












