Bojonegoro | Lidikmedia.com – Pembangunan rabat beton di Desa Caruban, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, menjadi sorotan publik. Proyek infrastruktur desa tersebut diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (spek), khususnya pada bagian penulangan konstruksi yang disinyalir menggunakan besi wiremesh di bawah standar.
Berdasarkan hasil penelusuran dan pengamatan di lapangan, ditemukan dugaan penggunaan wiremesh dengan diameter yang tidak memenuhi ketentuan teknis. Secara umum, wiremesh yang digunakan untuk konstruksi rabat beton seharusnya memiliki diameter besi minimal 8 milimeter (mm) atau batas toleransi sekitar 7,7 mm. Namun, hasil pengukuran menggunakan alat ukur menunjukkan ukuran yang bervariasi dan berada di bawah standar tersebut.
Dari hasil pengecekan, diameter besi wiremesh yang terpasang tercatat berada di kisaran 7,2 mm, 7,3 mm, 7,4 mm, 7,5 mm, hingga 7,6 mm. Temuan ini memunculkan dugaan adanya penggunaan material dengan spesifikasi di bawah standar yang berpotensi memengaruhi kekuatan, daya tahan, serta umur konstruksi rabat beton tersebut.

Sejumlah pihak menilai bahwa perbedaan diameter besi tersebut bukan sekadar selisih teknis yang sepele. Dalam konstruksi beton bertulang, kualitas dan ukuran penulangan sangat berpengaruh terhadap kemampuan struktur menahan beban dan mencegah keretakan dini, terlebih jika rabat beton tersebut digunakan sebagai jalan dengan intensitas lalu lintas warga yang cukup tinggi.
“Jika memang diameter besinya di bawah standar, tentu ini bisa berdampak pada kualitas bangunan. Apalagi rabat beton ini untuk akses masyarakat sehari-hari,” ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, Kepala Desa Caruban, Nur Wakit, saat dikonfirmasi di kediamannya, menegaskan bahwa proses pengadaan material pembangunan rabat beton telah dilakukan sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
“Untuk pembelian material, semuanya sudah sesuai dengan RAB,” ujar Nur Wakit singkat. Sabtu (10/1/2026)
Meski demikian, pernyataan tersebut belum sepenuhnya menjawab dugaan terkait perbedaan spesifikasi teknis di lapangan. Publik pun berharap adanya klarifikasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan dari pihak terkait, guna memastikan apakah penggunaan wiremesh tersebut masih memenuhi toleransi standar teknis atau justru melanggar ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pendamping teknis maupun instansi pengawas terkait untuk memastikan kelayakan material yang digunakan dalam pembangunan rabat beton Desa Caruban.
Masyarakat berharap adanya transparansi dan pengawasan yang lebih ketat agar pembangunan desa benar-benar berkualitas dan tidak merugikan kepentingan publik. (Tim/Red)












