Ragam  

Wahas Bersatu, Kirab Budaya Sedekah Bumi Hidupkan Kembali Tradisi Leluhur

lidikmedia
Img 20261030 Wa0219

 

Gresik | Lidik Media – Semangat WAHAS BERSATU menggema di Dusun Wahas, Desa Wahas, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Ratusan warga menggelar Kirab Budaya Sedekah Bumi Dusun Wahas Desa Wahas dengan penuh khidmat dan meriah, Jum’at (30/10/2026).

Tradisi adat Jawa turun-temurun ini digelar sebagai wujud Rasa Syukur Warga Wahas kepada Allah SWT atas limpahan hasil bumi, keselamatan, dan kerukunan warga selama setahun.

Kirab Budaya dimulai pukul 13.00 wib. Siang dengan Iring-iringan kirab membawa Gunungan Raksasa Hasil Bumi berisi tumpeng, padi, jagung, pisang, palawija, dan aneka jajanan tradisional sebagai simbol kemakmuran Desa Wahas.

Peserta Kirab Wahas Bersatu:
– Sesepuh Adat & Tokoh Agama Dusun Wahas
– Kepala Desa Wahas & Perangkat Desa
– BPD, LPMD, RT/RW se-Desa Wahas
– Ibu-ibu PKK, Muslimat, Fatayat Dusun Wahas
– Karang Taruna Wahas Bersatu & Warga dengan Berpakaian Adat Jawa.

Jalan Dusun Wahas dipenuhi ribuan warga yang antusias menyaksikan kirab. Teriakan “Wahas Bersatu!” menggema sepanjang jalan.

Kepala Desa Wahas H. Maskur menyampaikan apresiasi tinggi atas kekompakan Dusun Wahas.

“Ini luar biasa, ini adalah bukti Wahas Bersatu. Dusun Wahas ini contoh kerukunan. Sedekah Bumi bukan sekedar hura-hura, tapi ini do’a kita bersama agar Desa Wahas dijauhkan dari bala, hasil tani melimpah, warga sehat sejahtera, dan adat Jawa tetap lestari,” ujar H. Maskur.

Pihaknya juga berterimakasih kepada panitia dan semua warga yang telah membantu acara sedekah bumi.

“Saya atas nama Pemerintah Desa Wahas mengucapkan terima kasih kepada Panitia, Karang Taruna, Sesepuh Dusun, dan semua warga yang telah gotong royong tanpa pamrih. Semoga berkah Sedekah Bumi ini mengalir untuk kita semua,” tambahnya.

Puncak acara ditandai dengan Do’a Sedekah Bumi oleh Sesepuh Adat dan Tokoh Agama di Punden, dilanjutkan Perebutan Berkah Gunungan oleh warga. Warga berebut gunungan karena diyakini membawa berkah dan rezeki melimpah.

Acara ditutup dengan Kenduri Agung dan Pagelaran Seni ludruk budhi wijaya sebagai hiburan rakyat Wahas Bersatu. (Isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *