Lamongan Raih Dua Penghargaan pada FESyar Jawa Timur 2026

lidikmedia
Img 20260928 Wa0315

LAMONGAN | Lidik Media – Kabupaten Lamongan kembali menorehkan prestasi dalam pengembangan ekonomi syariah. Pemerintah Kabupaten Lamongan menerima dua penghargaan dalam ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa Timur 2026 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Dua penghargaan tersebut yakni Penghargaan Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) serta Penghargaan Pariwisata Ramah Muslim. Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak kepada Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dalam acara penutupan FESyar Jawa Timur 2026 di Surabaya, Minggu (25/9).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan, keberadaan Zona KHAS diharapkan tidak sekadar menghadirkan produk kuliner yang memenuhi ketentuan halal, tetapi juga memperhatikan aspek keamanan dan kebersihan makanan.

Sementara itu, konsep pariwisata ramah muslim, menurut Emil, bukan berarti destinasi wisata hanya diperuntukkan bagi wisatawan muslim. Konsep tersebut justru tetap terbuka bagi seluruh wisatawan dengan menyediakan fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan muslim.

“Cita-cita kita Indonesia menjadi pemimpin di dunia untuk ekonomi dan keuangan syariah. Adanya Zona KHAS ini harapan kita bukan hanya halal, tapi higienis. Pariwisata muslim friendly artinya tetap welcome siapapun, tapi bagi wisatawan muslim dia merasa tenang,” ujar Emil.

Ia mencontohkan, fasilitas pendukung seperti penunjuk arah kiblat, sarana ibadah, serta ketersediaan makanan halal menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman wisata yang nyaman bagi wisatawan muslim.

“Pemda-pemda yang tadi naik ke panggung ini adalah pemda-pemda yang berjasa memajukan ekonomi syariah di Indonesia,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi syariah di Kabupaten Lamongan memiliki potensi yang besar. Potensi tersebut didukung oleh berbagai sektor, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri halal, kuliner, perdagangan, hingga pariwisata.

Menurutnya, penghargaan yang diterima menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama seluruh pelaku usaha untuk terus mengembangkan ekosistem ekonomi syariah di daerah.

“Alhamdulillah, semoga ini dapat menjadi pemacu untuk terus berinovasi dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah di Lamongan. Kuliner halal dan pariwisata ramah muslim ke depan tidak hanya menjadi identitas daerah, namun juga mampu membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Yuhronur.

Melalui momentum FESyar Jawa Timur 2026, Pemkab Lamongan juga terus mendorong pelaku UMKM dan sektor pariwisata untuk meningkatkan kualitas produk, pelayanan, serta daya saing. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas peluang usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan sektor halal dan pariwisata ramah muslim. (Af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *