SMAN Ploso Tanam Tomat, Cabai, dan Terong, Bangun Budaya Ketahanan Pangan dari Sekolah

lidikmedia
Img 20260731 160655

 

Jombang | Lidik Media — Hamparan lahan di sudut SMA Negeri Ploso, Kabupaten Jombang, tampak lebih hidup pada Jumat (31/7/2026). Guru dan siswa bergotong royong menanam bibit tomat, cabai, dan terong sebagai bagian dari implementasi Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).

Kegiatan tersebut tidak sekadar memanfaatkan lahan kosong. Sekolah berupaya menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan di kelas dengan praktik nyata di lingkungan sekitar. Para siswa diajak mengenal proses budidaya tanaman sekaligus memahami pentingnya kemandirian pangan sejak dini.

 

Img 20260731 160427

 

Sejak pagi, guru dan siswa bekerja bersama menyiapkan bedengan, menanam bibit, hingga menyiram tanaman. Suasana kebersamaan dan gotong royong menjadi pemandangan yang mendominasi kegiatan.

Kepala SMAN Ploso, Qoidatun Nisak, S.Pd., M.Pd., memberikan dukungan penuh terhadap program tersebut. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan mampu menghadapi tantangan masa depan, termasuk isu ketahanan pangan.

“Ketahanan pangan bukan hanya menjadi urusan sektor pertanian, tetapi juga harus menjadi bagian dari pendidikan karakter. Melalui kegiatan ini, siswa belajar menghargai proses, bekerja sama, serta memahami pentingnya menghasilkan pangan secara mandiri,” ujarnya.

 

Img 20260731 Wa0217

 

 

Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan di SMAN Ploso dirancang sebagai kegiatan berkelanjutan. Tanaman yang dibudidayakan akan dirawat bersama oleh warga sekolah hingga masa panen. Hasilnya diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran sekaligus memperkuat budaya peduli lingkungan di sekolah.

Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu perubahan iklim dan ketahanan pangan nasional, langkah sederhana yang dilakukan SMAN Ploso menunjukkan bahwa sekolah dapat menjadi ruang lahirnya kebiasaan baik. Dari sebidang kebun sekolah, nilai gotong royong, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan tumbuh bersama tanaman yang kelak akan dipanen.

(Humas / Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *