Perkuat Peran Perempuan di Era Digital, Desa Kedungsumber Gelar Pelatihan Medsos Sehat dan Produktif

lidikmedia
Img 20251120 Wa0339

 

Gresik | Lidikmedia.com – Komitmen meningkatkan kapasitas perempuan di era digital terus ditunjukkan Pemerintah Desa Kedungsumber, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan penggunaan media sosial (medsos) yang baik dan sehat, bekerja sama dengan Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPPA) Gresik, Kamis (20/11/2025).

Pelatihan bertajuk “Menguatkan Suara Perempuan di Era Digital” ini ditujukan untuk mendorong perempuan Desa Kedungsumber agar lebih percaya diri dan mampu memanfaatkan dunia digital secara produktif, terutama untuk peningkatan ekonomi keluarga dan pembangunan desa.

Kepala Desa Kedungsumber, Wahono Yudho, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar pelatihan seremonial, melainkan langkah nyata pemerintah desa untuk membuka ruang pembelajaran bagi perempuan desa.

“Atas nama pemerintah desa, saya mengucapkan terima kasih kepada Dinas KBPPPA Gresik yang telah mempercayakan Kedungsumber sebagai lokasi pelatihan. Kegiatan seperti ini sangat penting karena perempuan memiliki peran besar, mulai dari mengatur keluarga, mendidik anak, hingga berkontribusi dalam pembangunan desa,” ujar Wahono.

Ia menambahkan, di tengah semakin besarnya aktivitas masyarakat yang beralih ke ranah digital—mulai dari komunikasi, akses informasi, hingga layanan pemerintahan—perempuan desa tidak boleh tertinggal. Karena itu, pelatihan ini diharapkan dapat menjadi ruang peningkatan kapasitas dan kreativitas.

“Melalui kegiatan ini, saya ingin ibu-ibu semakin paham, semakin percaya diri, dan mampu mengikuti perkembangan zaman. Jangan hanya menggunakan HP untuk update status, tetapi maksimalkan untuk peluang ekonomi dan pengembangan usaha,” tegasnya.

Wahono juga berharap program pemberdayaan perempuan dapat terus berlanjut, termasuk pelatihan bagi pelaku UMKM, pendampingan permodalan, serta pemasaran digital. Ia bahkan berencana menjalin kerja sama lebih luas dengan perusahaan melalui program CSR agar Desa Kedungsumber dapat menjadi desa binaan yang kuat dalam pengembangan ekonomi perempuan.

“Kami di pemerintah desa berkomitmen penuh mendukung kegiatan pemberdayaan perempuan. Ikuti pelatihan ini dengan semangat, jadikan sebagai ajang bertanya, berdiskusi, dan menambah pengetahuan yang bermanfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitar,” tambahnya.

Sementara itu, narasumber kegiatan, Akhmad Sutikhon, menekankan pentingnya peran perempuan dalam dunia digital. Menurutnya, perempuan tidak seharusnya hanya menjadi pengguna pasif media sosial, tetapi mampu memanfaatkannya sebagai sarana berkarya dan berpenghasilan.

“Media sosial jangan hanya dipakai untuk bermain atau update status. Dunia digital punya peluang besar, terutama dalam ekonomi digital. Jika punya usaha, manfaatkan media sosial sebagai tempat pemasaran yang efektif,” jelas Sutikhon.

Pelatihan tersebut diharapkan menjadi titik awal meningkatnya kreativitas, produktivitas, dan peran perempuan dalam pembangunan Desa Kedungsumber di era yang serba modern dan digital saat ini. (Kus/Isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *