Pembangunan Jalan Rabat Beton Telaga di Desa Bulutengger Ketebalannya Ada yang Beda, Ko Bisa?

lidikmedia
Img 20250615 Wa0198

 

Lamongan | Lidikmedia.com – Pembangunan rabat beton Desa Bulutengger, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, yang bersumber dari anggaran Dana Desa (DD) tahun 2025 patut di pertanyakan, pasalnya dalam pembangunan tersebut terdapat ketebalan yang berbeda, serta tidak ada papan informasi proyek, sehingga masyarakat tidak mengetahui besaran volume pembangunan tersebut.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media dilapangan jalan rabat beton yang dibangun menggunakan anggaran dana desa 2025, sebesar Rp. 27.500.000,- dengan volume Panjang 51,5 M, Lebar rata-rata 3,5 M, tebal 10 cm. Namun di lapangan terlihat ada yang berbeda untuk ketebalan, yaitu ada yang 7 cm dan 10 cm.

Sekretaris Desa Bulutengger, Dwi Setyawan ketika di konfirmasi terkait pembangunan rabat beton mengatakan besaran volume pembangunan tersebut.

“Pembangunan rabat beton telaga menggunakan anggaran Dana Desa sebesar Rp. 27.500.000,- Panjang 51,5 M, Lebar rata-rata 3,5 M, tebal 10 cm. Kemarin ada papan proyek nya, kalau ada ambil nggk tau, yang jelas kemarin ada.” ucapnya. Selasa, (3/6/2025).

Ditanya soal tebal nya yang berbeda dan dokumentasi sebelum pembangunan, Sekdes malah mengatakan bahwa itu bukan kewenangan media, namun kewenangan APH atau Inspektorat.

“Ngecek itu bukan wewenange samean mas, ada UU Keterbukaan Informasi Publik warga masyarakat memang bisa mengecek, tapi untuk memeriksa ada Aparat Penegak Hukum (APH) sendiri. Kalau foto sebelum pembangunan itu bukan ranah kita pak, tapi inspektorat, dan untuk lebih jelas langsung ke Pak Kades saja.” pungkasnya.

Perlu diketahui Media memiliki peran penting sebagai kontrol sosial dalam pembangunan. Media berfungsi sebagai penyampai informasi, pembentuk opini publik, dan pengawas jalannya pembangunan. Melalui pemberitaan, media dapat mengawasi kinerja pemerintah, mengkritisi kebijakan yang tidak tepat, dan memberikan informasi yang berimbang kepada masyarakat. Dengan demikian, media dapat mendorong pembangunan yang lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif.

Sementara itu Kepala Desa Bulutengger di konfirmasi melalui WhatsApp agar informasi lebih berimbang, namun pihaknya tidak merespon. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *