Meriah dan Penuh Makna, Sedekah Bumi Mojotengah Jadi Ajang Silaturahmi Warga

lidikmedia
Img 20251005 Wa0006

Gresik, Lidikmedia.com — Suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan menyelimuti Dusun Pakupari, Desa Mojotengah, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, dalam perayaan Tasyakuran Sedekah Bumi 2025.

Acara sakral tahunan yang mengusung tema “Gemah Ripah Loh Jinawi — Dengan Sedekah Bumi Jadikan Diri Kita Ahli Bersyukur” ini berlangsung meriah, tertib, serta sarat dengan makna spiritual dan budaya.

Tasyakuran Sedekah Bumi menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk meneguhkan rasa syukur atas limpahan rezeki, kesuburan tanah, dan hasil bumi yang melimpah.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan dukungan penuh Pemerintah Desa Mojotengah di bawah kepemimpinan Kepala Desa Suharsono, yang turut hadir dan memberikan sambutan hangat kepada seluruh warga.

“Sedekah Bumi bukan sekadar ritual tahunan, tetapi refleksi rasa syukur dan kesadaran kita bahwa alam adalah sumber kehidupan yang harus dijaga bersama. Mari kita rawat kebersamaan ini, menjaga desa agar tetap aman, makmur, dan berlimpah berkah,” ujar Kades Suharsono dalam sambutannya.

Beliau juga mengapresiasi antusiasme warga Dusun Pakupari yang ikut berpartisipasi dalam seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari persiapan, doa bersama, hingga hiburan rakyat.

“Semangat warga luar biasa. Inilah yang membuat Desa Mojotengah semakin maju dan tetap lestari dalam budaya,” tambahnya.

Kegiatan Tasyakuran Sedekah Bumi 2025 diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan istighotsah sebagai wujud rasa syukur serta doa keselamatan bagi seluruh warga desa.

Acara juga dimeriahkan oleh Paguyuban Campursari “Nawa Laras” dari Benjeng, Gresik, yang menghadirkan hiburan khas Jawa dan sukses memikat antusiasme warga.

Warga Dusun Pakupari tampak sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Sejak sore hari, area sekitar panggung utama di sepanjang jalan dusun sudah dipadati masyarakat Desa Mojotengah dan pengunjung dari berbagai desa sekitar yang ingin menyaksikan kemeriahan acara hingga usai.

Selain menjadi ajang hiburan, Sedekah Bumi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara warga, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Semangat gotong royong terlihat jelas sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan. Setiap warga berperan aktif, mulai dari dekorasi, konsumsi, hingga pengamanan acara.

Ketua Panitia, Sugatno, bersama Kepala Dusun Pakupari, Ainur Rofik, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, termasuk para pemuda karang taruna, ibu-ibu PKK, tokoh agama, serta perangkat desa.

“Acara ini bukan hanya simbol adat, tetapi juga sarana mempererat tali persaudaraan antarwarga. Dengan kebersamaan, semua terasa ringan. Inilah kekuatan sejati masyarakat Desa Mojotengah,” ujar Sugatno.

Melalui kegiatan ini, masyarakat Dusun Pakupari berharap hasil panen semakin melimpah, lingkungan tetap subur, dan kehidupan warga semakin sejahtera. Pemerintah desa juga berkomitmen untuk terus melestarikan tradisi budaya ini sebagai warisan luhur yang harus dijaga oleh generasi muda.

“Mari jadikan Sedekah Bumi bukan hanya seremoni, tetapi momentum menanam nilai syukur, memperkuat kebersamaan, dan menjaga harmoni antara manusia dan alam. Dengan bersyukur, insyaallah Desa Mojotengah akan senantiasa Gemah Ripah Loh Jinawi,” pungkas Kades Suharsono.

Tasyakuran Sedekah Bumi 2025 di Dusun Pakupari Mojotengah bukan sekadar kegiatan tradisi, tetapi juga manifestasi nyata semangat religius, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya lokal. Di bawah kepemimpinan Kepala Desa Suharsono, Desa Mojotengah terus menunjukkan bahwa pelestarian tradisi dapat berjalan beriringan dengan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. (Dan/Her)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *