PDIP Pecat Wahyudin Moridu Usai Ucapkan “Mau Rampok Uang Negara”

lidikmedia
Screenshot 20250920 222848
video wahyudin moridu saat mengaku hendak merampok uang negara (tangkapan layar)

Gorontalo, Lidikmedia.com – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi memecat Wahyudin Moridu dari jabatan sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Keputusan tegas ini diambil setelah viral sebuah video yang menampilkan dirinya menyebut hendak “merampok uang negara”.

Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menegaskan partai telah menjatuhkan sanksi tegas berupa pemecatan terhadap Wahyudin. “Kami sudah memutuskan yang bersangkutan diberhentikan dari keanggotaan partai sekaligus sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo,” kata Komarudin, Sabtu (20/9/2025).

Komarudin menambahkan, PDIP tidak akan menoleransi ucapan maupun tindakan kader yang merugikan nama baik partai, terlebih yang berkaitan dengan integritas dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi. Ia juga memastikan mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) segera diproses sesuai aturan perundang-undangan.

“Pergantian antar waktu akan segera kami lakukan. PDIP harus menjaga kehormatan partai, sekaligus memastikan kader yang duduk di legislatif berkomitmen pada integritas dan profesionalisme,” tegasnya.

Ucapan Viral yang Picu Pemecatan

Kasus ini berawal dari beredarnya video pendek Wahyudin Moridu yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, Wahyudin menyatakan dirinya sedang melakukan perjalanan dinas ke Makassar menggunakan uang negara, bahkan dengan enteng menyebut “merampok uang negara” serta menambahkan kalimat “biar negara semakin miskin.”

“Hari ini kita menuju ke Makassar, menggunakan uang negara. Kita rampok saja uang negara ini, kan. Kita habiskan saja. Biar negara ini semakin miskin,” kata Wahyudin dalam video tersebut sembari tertawa, Jumat (19/9).

Pernyataan kontroversial ini langsung menuai kecaman publik, termasuk dari kalangan masyarakat Gorontalo yang menilai ucapannya tidak pantas diucapkan oleh seorang wakil rakyat.

Permintaan Maaf Wahyudin

Wahyudin Moridu mengklarifikasi ucapannya terkait merampok negara yang beredar di media sosial. Dalam klarifikasinya, Wahyudin berulang kali meminta maaf kepada publik.

“Atas nama pribadi dan keluarga, saya memohonkan maaf atas video yang diviralkan di media TikTok beberapa waktu yang lalu,” tutur Wahyudin, didampingi istrinya, melalui Instagram pribadinya.

Wahyudin mengaku bahwa dirinya tidak berniat menyinggung masyarakat Gorontalo ketika mengucapkan hal tersebut.

“Sesungguhnya, Bapak dan Ibu sekalian, saya tidak berniat untuk melecehkan ataupun menyinggung masyarakat Gorontalo yang saya wakili,” katanya.

“Semua ini murni kesalahan saya, Bapak Ibu sekalian. Atas kejadian ini, dari hati yang paling dalam, saya mohonkan maaf kepada bapak dan ibu sekalian,” pungkas Wahyudin.

Selain meminta maaf, Wahyudin dalam klarifikasinya juga menyatakan bahwa dirinya akan menerima konsekuensi atas ucapannya itu.

PAW Segera Diproses

Setelah keputusan pemecatan dikeluarkan, PDIP akan segera mengajukan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk mengisi kekosongan kursi DPRD Provinsi Gorontalo. Proses tersebut nantinya akan diajukan melalui mekanisme internal partai dan diteruskan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Dengan keputusan ini, PDIP menegaskan komitmennya menjaga integritas kader, sekaligus memberikan pesan keras kepada seluruh anggota agar tetap berhati-hati dalam bersikap, baik di ruang publik maupun media sosial. (Af)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *