Lamongan | Lidik Media – Anggota DPR RI Komisi VI H. Ahmad Labib, S.H.I., M.H. menggelar acara Ngobrol Gayeng bersama jajaran Pengurus APDESI Merah Putih Kabupaten Lamongan. Minggu, (20/9/2026) di pacet.
Acara yang berlangsung santai namun penuh gagasan tersebut mengangkat tema strategis “Peningkatan Ekonomi Desa dan Pengelolaan Koperasi Desa”. Diskusi ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi kerakyatan yang bersumber dari potensi desa.

Dalam pemaparannya, H. Ahmad Labib yang membidangi BUMN, Perdagangan dan Koperasi di Komisi VI DPR RI menegaskan bahwa desa adalah pilar utama ekonomi nasional. Ia mendorong agar Koperasi Desa tidak hanya menjadi papan nama, tetapi menjadi lokomotif ekonomi.
“Desa harus menjadi subjek ekonomi, bukan objek. Potensi desa di Lamongan ini luar biasa, dari pertanian, perikanan, hingga UMKM. Kuncinya ada di Koperasi Desa yang dikelola secara profesional, transparan dan modern. Saya siap kawal agar program-program dari Kementerian Koperasi dan BUMN bisa masuk ke desa-desa di Lamongan,” tegas Ahmad Labib.
Ketua APDESI Merah Putih Kabupaten Lamongan, H. Zuli kasmawanto, S.IP, M.IP,. menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran H. Ahmad Labib yang selalu membersamai kepala desa.
“Terima kasih Abah Labib, ngobrol gayeng ini sangat bermanfaat. Kami di APDESI Merah Putih butuh pencerahan dan jembatan ke pusat. Selama ini koperasi desa banyak yang mati suri karena kurang modal dan manajemen. Dengan arahan dari Pak Labib, kami optimis Koperasi Desa bisa bangkit dan menjadi kekuatan ekonomi desa,” ujarnya.
Sejumlah Kepala Desa yang hadir juga menyampaikan curhatan dan kendala di lapangan, seperti sulitnya akses perbankan, minimnya pelatihan pengurus koperasi, dan pemasaran produk BUMDes yang masih terbatas.
Menanggapi hal itu, H. Ahmad Labib berkomitmen akan membawa aspirasi tersebut ke tingkat pusat dan akan menggelar pelatihan serta pendampingan koperasi desa secara berkelanjutan di Lamongan.
Acara ngobrol gayeng ditutup dengan komitmen bersama antara DPR RI Komisi VI dan APDESI Merah Putih Lamongan untuk bersinergi membangun ekonomi desa yang mandiri dan berdaulat. (Isa)












