Gresik | Lidik Media – Suasana meriah dan penuh khidmat menyelimuti Desa Sidowungu, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik dalam rangka perayaan tradisi tahunan *Sedekah Bumi / Ruwah Desa*, Sabtu-Minggu (20-21 September 2026).
Ratusan warga tumpah ruah mengikuti *Karnaval dan Kirab Budaya* yang menampilkan berbagai kesenian tradisional, gunungan hasil bumi, dan kreativitas dari masing-masing RT/RW se-Desa Sidowungu.

Acara diawali dengan doa bersama dan kirab tumpeng raksasa serta gunungan hasil bumi sebagai wujud rasa syukur warga kepada Allah SWT atas limpahan rezeki dan kesuburan tanah Desa Sidowungu.
Kepala Desa Sidowungu, Suedi, dalam sambutannya mengatakan Sedekah Bumi bukan sekadar tradisi, melainkan warisan leluhur yang harus dilestarikan untuk memperkuat kerukunan warga.
“Sedekah Bumi ini adalah wujud syukur kita. Bumi yang kita pijak telah memberikan kehidupan. Melalui kirab budaya ini kita lestarikan adat, kita rukunkan warga, dan kita promosikan potensi Desa Sidowungu,” ujar Kades.
Karnaval tahun ini tampil lebih spektakuler. Peserta dari masing-masing dusun menampilkan berbagai tema, mulai dari pakaian adat Nusantara, sound horeg, hingga kreasi kostum dari hasil bumi dan daur ulang yang memukau penonton.
Sepanjang jalan poros desa, ribuan warga berdesakan menyaksikan jalannya kirab.
Antusiasme warga sangat tinggi, bahkan banyak warga dari luar desa yang datang untuk menyaksikan.
Camat Menganti, Bagus Arif Jauh Hari, S.STP. yang hadir membuka acara, mengapresiasi kekompakan warga Sidowungu.
“Luar biasa, Sidowungu selalu kompak. Sedekah Bumi ini adalah modal sosial dan budaya yang harus dijaga. Di balik kemeriahan ini ada gotong royong yang luar biasa,” tuturnya.
Acara Sedekah Bumi Desa Sidowungu ditutup dengan pembagian tumpeng kepada warga sebagai simbol kebersamaan.
Dengan terselenggaranya kirab budaya ini, diharapkan Desa Sidowungu semakin guyub, rukun, makmur dan dijauhkan dari segala bencana. (Isa)












