Tuban | Lidikmedia – Desa Jetak, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, terus mengembangkan potensi lokal melalui budidaya tanaman kopi yang kini mulai menunjukkan hasil positif. Program penanaman kopi yang telah berjalan sejak beberapa tahun terakhir ini menjadi salah satu upaya desa dalam meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kebun kopi yang dikembangkan tersebar di beberapa titik, di antaranya kawasan hutan lindung Bongok hingga area sekitar Air Terjun Bongok. Menariknya, tanaman kopi di Desa Jetak tumbuh di dataran rendah, yang menjadi keunikan tersendiri dibandingkan daerah penghasil kopi pada umumnya.

Seiring berjalannya waktu, tanaman kopi tersebut mulai berbuah dan sebagian sudah dapat dipanen. Hal ini menjadi sinyal positif bagi masyarakat desa, karena ke depan kopi diharapkan menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan pendapatan warga.
Kepala Desa Jetak, Zakky Mubarrok Aly, menyampaikan bahwa pengembangan kebun kopi ini tidak hanya bertujuan untuk ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari program penghijauan dan pelestarian lingkungan desa.
“Kami ingin kopi ini menjadi ikon Desa Jetak, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, penanaman kopi juga membantu menjaga kelestarian lingkungan, khususnya di kawasan hutan,” ujarnya.

Namun demikian, Zakky juga mengungkapkan masih adanya kendala yang dihadapi, khususnya terkait akses infrastruktur jalan menuju lokasi kebun kopi yang dinilai belum memadai.
“Kami berharap ke depan ada dukungan dari pemerintah, khususnya dalam pembangunan infrastruktur jalan agar lebih lebar. Hal ini penting untuk mendukung kelancaran pengangkutan hasil panen kopi dari kebun,” tambahnya.

Dengan adanya pengembangan kebun kopi ini, Desa Jetak diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjadi salah satu contoh desa inovatif di Kabupaten Tuban dalam mengelola potensi lokal secara berkelanjutan. (Dan)












