Umum  

Hari Santri Nasional 2025, Muhammad Hudin Ajak Santri Jadi Garda Etika dan Kejujuran Bangsa

lidikmedia
Img 20251022 Wa0154

Gresik, LidikMedia.com — Dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2025, Ketua LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Gresik, Muhammad Hudin, menyampaikan ucapan dan pesan bermakna bagi seluruh santri di Indonesia.

“Selamat Hari Santri Nasional 2025. Santri bukan hanya pejuang ilmu agama, tetapi juga garda moral bangsa yang menjaga nilai kejujuran, keikhlasan, dan cinta tanah air,” ujar Muhammad Hudin, Rabu (22/10/2025).

Menurut Hudin, peringatan Hari Santri bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi atas peran besar kaum santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menegakkan nilai-nilai kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi.

“Semangat santri adalah semangat perjuangan. Santri tidak hanya pandai mengaji, tetapi juga berani berdiri di garis depan membela kebenaran dan keadilan. Jiwa santri adalah jiwa pengabdian tanpa pamrih, yang harus terus hidup dalam setiap generasi muda Indonesia,” tegasnya.

Sebagai Ketua LSM GMBI Distrik Gresik, Hudin menilai nilai-nilai kesederhanaan dan kejujuran yang diajarkan di pesantren sejalan dengan semangat antikorupsi dan keadilan sosial yang selama ini diperjuangkan oleh GMBI.

“Nilai-nilai santri harus menjadi inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat. Membangun negeri harus dimulai dari membangun akhlak, kejujuran, dan integritas,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh santri di tanah air untuk terus mengasah keilmuan, memperkuat integritas moral, serta beradaptasi dengan tantangan zaman yang semakin kompleks.

“Dari pesantren lahir pemimpin, dari santri lahir peradaban. Santri tangguh, Indonesia tumbuh!” tutup Muhammad Hudin penuh semangat.

Momentum Hari Santri Nasional 2025 menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa kekuatan Indonesia tidak hanya terletak pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga pada kekuatan moral, spiritual, dan nilai kebangsaan yang diwariskan oleh para santri dan ulama.

Nilai-nilai kejujuran, kesederhanaan, dan pengabdian yang menjadi ciri khas santri harus terus dijaga sebagai fondasi utama dalam membangun Indonesia yang berintegritas, bermartabat, dan berkeadilan.

(Isa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *