Diduga Berdiri di Lahan Sawah Dilindungi, Pembangunan Pabrik Sepatu di Tikung Disorot LIRA

lidikmedia
Img 20260305 204735

 

Lamongan | Lidikmedia – Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) mempertanyakan aktivitas pembangunan di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Berdasarkan informasi yang beredar, di lokasi tersebut akan dibangun pabrik industri sepatu bermerek Puma oleh PT Buildyet Indonesia.

Ketua LSM LIRA Lamongan, Slamet Mulyono, menyampaikan bahwa pembangunan tersebut diduga berdiri di atas lahan pertanian yang kemungkinan masuk dalam kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

“Kami akan melakukan kroscek ke dinas-dinas terkait mengenai perizinannya, mulai dari izin AMDAL hingga izin alih fungsi Lahan Sawah Dilindungi (LSD). Apakah sudah diproses atau belum, sampai pada tahap penetapan. Hal ini penting untuk memastikan semua prosedur telah dipenuhi,” ujar Slamet, Rabu (26/4).

 

Img 20260305 Wa0287
Alat berat di lokasi

 

Menurut Slamet, selain larangan mengalihfungsikan lahan sawah yang dilindungi, pembangunan gedung industri juga wajib memenuhi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sebelum kegiatan konstruksi dilaksanakan.

“Apabila perizinan tersebut belum diselesaikan, maka kami meminta agar tidak ada aktivitas pembangunan apa pun di lahan tersebut,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan para investor dan pengusaha agar mematuhi seluruh prosedur perizinan sesuai ketentuan dan regulasi yang berlaku.

“Kami tidak ingin ada investor atau pengusaha yang bertindak semaunya sendiri. Hal seperti ini bisa menimbulkan gejolak di tengah masyarakat. Karena itu, sejak awal harus dipastikan semua prosedur dipenuhi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Cipta Karya dan Tata Ruang Dinas Bina Marga Kabupaten Lamongan, Dinar Dwi Andhi, saat dikonfirmasi belum dapat memastikan secara rinci terkait status penyelesaian perizinan pembangunan tersebut.

“Untuk PBG kemungkinan sudah ada,” singkatnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pembangunan pabrik sepatu tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas sekitar dua hektare di Desa Bakalanpule, Kecamatan Tikung, yang diduga merupakan lahan pertanian.

Dari pantauan di lokasi, saat ini sudah terlihat aktivitas pekerjaan pengurukan lahan, serta beberapa tiang pancang beton yang telah terpasang sebagai bagian dari pekerjaan pondasi awal. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *